Jenis Kain Batik yang Tidak Mudah Kusut: 7 Pilihan yang Rapi dan Nyaman Dipakai

Jenis kain batik yang tidak mudah kusut biasanya berasal dari serat atau campuran bahan yang memiliki daya pulih kusut cukup baik, seperti polyester, satin, serta beberapa kain campuran.

Jenis Kain Batik yang Tidak Mudah Kusut: 7 Pilihan yang Rapi dan Nyaman Dipakai

Kain Apa Saja yang Digunakan untuk Membuat Batik?

Sebelum memilih kain batik, ada satu hal yang menurutku penting banget dipahami. Jenis kain yang baik untuk membuat batik adalah kain yang punya permukaan dan karakter serat yang sesuai dengan teknik batiknya.

Tetapi itu belum tentu berarti kain tersebut paling tahan kusut ketika sudah dijadikan pakaian. Jadi, jangan sampai dua hal ini tertukar. Jenis kain batik yang Bagus untuk menghasilkan motif yang cantik belum tentu menjadi bahan yang paling praktis untuk dipakai sehari-hari.

Kalau kamu mencari batik untuk kerja, seragam, atau pakaian yang akan dipakai dari pagi sampai sore, urusannya sedikit berbeda.

Kita bukan cuma mencari kain yang bagus ketika pertama kali dilihat, tetapi juga kain yang nyaman, nggak gampang kusut, dan tetap enak dilihat setelah dipakai berjam-jam.

Baca Juga : Macam Macam Kain Brokat dan Gambarnya, Jangan Sampai Salah Pilih!

Bahan Batik yang Bagus

Kalau ngomongin kain untuk membatik, ada satu nama yang hampir selalu muncul: Kain Mori. Kain ini memang sudah lama dikenal dalam dunia batik, terutama untuk batik tulis dan batik cap, karena permukaannya cocok untuk menerima malam dan pewarna.

Mori sendiri bukan cuma satu jenis kain. Ada beberapa kualitas dan jenis mori yang biasa digunakan dalam pembuatan batik, sehingga jangan heran kalau kamu menemukan mori dengan karakter yang berbeda-beda.

Untuk membuat batik, kain yang permukaannya rata dan konstruksinya baik akan membantu motif terlihat lebih rapi. Malam juga lebih mudah diaplikasikan ketika permukaan kain sesuai dengan teknik yang digunakan.

Tapi kalau pertanyaannya berubah menjadi, “Apakah mori termasuk kain yang paling tidak mudah kusut?” jawabannya belum tentu. Karena mori umumnya berbahan dasar katun, karakter alaminya memang lebih mudah berkerut dibandingkan polyester.

Justru di sinilah kita harus membedakan antara bahan batik yang bagus untuk proses membatik dengan bahan yang bagus untuk pakaian sehari-hari. Keduanya bisa saja berbeda.


Jenis Kain Batik yang Tidak Mudah Kusut

Kalau tujuanmu memang mencari jenis kain batik yang tidak mudah kusut, aku akan lebih dulu melihat serat kainnya. Polyester dan kain campuran tertentu biasanya lebih mudah mempertahankan bentuk dibandingkan katun murni.

Tapi jangan buru-buru menyimpulkan bahwa semua kain sintetis pasti lebih bagus. Karena kalau tinggal di daerah panas seperti Indonesia, rasa adem dan kemampuan kain menyerap keringat juga nggak kalah penting.

Nah, berikut beberapa jenis kain yang bisa kamu pertimbangkan.

1. Bahan Kain Batik Polyester

Kalau prioritas utama kamu adalah kain batik yang tidak mudah kusut, polyester termasuk bahan yang paling masuk akal untuk dipertimbangkan.

Bahan Kain Batik Polyester
Bahan Kain Batik Polyester

Serat polyester punya kemampuan mempertahankan bentuk yang cukup baik. Makanya, baju berbahan polyester biasanya nggak gampang kelihatan lecek meskipun sudah dipakai beberapa jam.

Bahan ini juga cukup populer untuk bahan baju batik, terutama untuk pakaian kerja, seragam, atau pakaian yang memang dituntut terlihat rapi. Kamu pasti pernah lihat batik kantor yang dari pagi sampai sore masih terlihat cukup licin dan rapi, kemungkinan besar karakter bahannya ikut berperan.

Kelemahannya adalah soal kenyamanan. Polyester tidak menyerap keringat sebaik katun, sehingga beberapa jenis polyester bisa terasa lebih panas, terutama kalau kainnya tebal dan sirkulasi udaranya kurang baik.

Jadi kalau kamu mau membeli batik polyester, jangan cuma pegang kainnya sebentar lalu langsung bilang bagus. Coba perhatikan juga ketebalan, tekstur, dan apakah kain terasa nyaman di kulit.

2. Batik Satin

Kalau kamu suka kain yang licin, halus, dan kelihatan sedikit mewah, kemungkinan besar kamu akan suka BATIK SATIN.

Satin punya permukaan yang halus dengan efek mengilap. Ketika dibuat menjadi batik, hasilnya bisa terlihat lebih elegan, terutama untuk dress, blouse, rok, atau pakaian yang memang ditujukan untuk acara formal.

Nah, soal jenis kain batik licin, satin memang sering menjadi salah satu yang dicari. Tapi ada satu hal yang jangan sampai terlewat: satin bukan nama serat.

Satin lebih berkaitan dengan konstruksi atau struktur permukaan kain. Jadi ada satin polyester, satin yang menggunakan serat lain, dan masing-masing bisa mempunyai karakter berbeda.

Kalau kamu ingin bahan batik premium yang terlihat mewah sekaligus relatif mudah dirawat, satin polyester bisa menjadi pilihan menarik. Tapi jangan berharap permukaannya yang licin otomatis berarti kain tersebut mustahil kusut, ya.

3. Bahan Batik Dobby

Nah, kalau kamu bosan dengan kain yang permukaannya terlalu polos, coba kenalan dengan Bahan Batik Dobby.

Dobby punya tekstur khas yang membuat permukaan kain terlihat lebih hidup. Ada yang teksturnya berupa pola kecil, garis, atau motif geometris yang muncul dari proses tenunnya.

Menurutku, karakter seperti ini menarik banget kalau dipadukan dengan batik. Motif batiknya sudah ramai, tapi tekstur kainnya juga memberikan dimensi tersendiri.

Untuk urusan tidak mudah kusut, kita tetap harus melihat seratnya. Dobby berbahan polyester tentu bisa mempunyai karakter yang berbeda dengan dobby berbahan katun.

Jadi kalau ada yang bilang, “Dobby pasti nggak gampang kusut,” aku nggak akan langsung mengiyakan. Nama kain saja belum cukup untuk menentukan ketahanan kusutnya. Komposisi serat tetap penting.

4. Kain Mori

Sekarang kita masuk ke bahan yang lebih klasik: Kain Mori.

Kalau kamu pernah melihat proses pembuatan batik tulis, kemungkinan besar kamu akan menemukan kain mori. Permukaannya memang sudah lama digunakan sebagai salah satu pilihan kain untuk batik.

jenis-jenis kain batik
Kain Mori

Mori yang berkualitas bisa menghasilkan batik dengan tampilan yang cantik. Kainnya nyaman, mampu menyerap keringat, dan cocok untuk kamu yang lebih menyukai bahan alami.

Tapi, sekali lagi, jangan masukkan mori ke kategori “anti-kusut” hanya karena kualitasnya bagus. Katun memang cenderung lebih mudah mengalami kerutan dibandingkan polyester.

Justru kalau kamu mencari bahan batik yang bagus dan adem, mori bisa menjadi pilihan yang sangat menarik. Kamu mungkin harus sedikit lebih rajin menyetrika, tetapi sebagai gantinya kamu mendapatkan kain yang nyaman dipakai.

5. Batik Rayon

Kalau kamu suka baju batik yang jatuh dan nggak kaku, kemungkinan besar rayon akan menarik perhatianmu.

Rayon punya karakter yang lembut, ringan, dan jatuh mengikuti bentuk tubuh. Karena itu, kain ini sering digunakan untuk blouse, tunik, dress, dan pakaian batik yang modelnya lebih santai.

Dari segi kenyamanan, kain rayon cukup menyenangkan karena terasa ringan dan memiliki kemampuan menyerap kelembapan yang cukup baik. Buat cuaca Indonesia, karakter seperti ini jelas punya nilai plus.

Tapi kalau kamu datang ke sini khusus untuk mencari jenis kain batik yang tidak mudah kusut, rayon bukan pilihan paling unggul. Kain ini tetap bisa kusut, terutama setelah digunakan dalam waktu lama atau disimpan dalam keadaan terlipat.

Jadi, pilih rayon kalau kamu lebih mementingkan rasa adem, lembut, dan efek jatuh kain. Kalau target utamanya adalah “habis dipakai seharian masih kelihatan rapi”, aku akan mempertimbangkan bahan lain.

6. Batik Katun Polyester

Nah, ini salah satu pilihan yang menurutku cukup menarik untuk kebutuhan sehari-hari.

Katun polyester merupakan kain campuran yang menggabungkan serat katun dengan polyester. Sederhananya, kita mencoba mendapatkan beberapa kelebihan dari dua jenis serat sekaligus.

Katun memberikan rasa yang lebih nyaman dan kemampuan menyerap kelembapan, sementara polyester membantu kain menjadi lebih kuat dan lebih tahan terhadap kusut.

Makanya, bahan seperti ini sering terasa lebih praktis untuk pakaian kerja. Kamu tetap mendapatkan rasa kain yang relatif nyaman, tetapi tidak harus berhadapan dengan kerutan sebanyak ketika memakai katun murni.

Tentu saja, hasil akhirnya tergantung komposisi. Katun polyester dengan kandungan katun lebih tinggi bisa terasa berbeda dengan campuran yang polyester-nya lebih dominan.

Kalau kamu mencari bahan baju batik yang bisa dipakai rutin dan nggak ingin terlalu sering menyetrika, kain campuran seperti ini layak masuk daftar pertimbangan.

7. Batik Viscose

Viscose juga sering menarik perhatian karena tampilannya cantik dan terasa lembut ketika dipakai.

Kain ini punya karakter jatuh yang bagus sehingga pakaian batik berbahan viscose biasanya terlihat lebih flowy. Cocok untuk kamu yang kurang suka baju batik dengan kesan terlalu kaku.

Tapi ada konsekuensinya. Kalau kamu mencari kain yang benar-benar tahan kusut, viscose bukan pilihan pertama yang akan aku rekomendasikan.

Jenis Kain Batik yang Tidak Mudah Kusut
Bahan baju batik viscose

Viscose lebih cocok untuk kamu yang mengejar kenyamanan dan tampilan jatuh. Kalau ingin ketahanan kusut yang lebih baik, kamu bisa mencari viscose yang sudah dicampur dengan serat lain.

Jadi jangan cuma terpaku pada nama “viscose”. Sama seperti dobby dan satin, komposisi bahan tetap harus dilihat supaya kamu nggak salah ekspektasi.


FAQ Jenis Kain Batik yang Tidak Mudah Kusut

Kalau sampai bagian ini kamu masih bingung memilih, wajar banget. Jenis kain batik yang tidak mudah kusut memang nggak bisa ditentukan hanya dari satu nama kain karena komposisi dan finishing bisa membuat karakter kain berubah.

1. Bahan batik apa yang tidak mudah kusut?

Kalau fokusnya benar-benar pada ketahanan terhadap kusut, polyester dan beberapa jenis kain campuran polyester termasuk pilihan yang paling praktis.

Batik satin polyester juga bisa dipertimbangkan kalau kamu suka kain yang licin dan terlihat mewah. Tapi tetap cek komposisinya karena nama satin sendiri tidak otomatis menunjukkan serat kainnya.

2. Batik yang bagus bahan apa?

Ini tergantung kamu mau memakainya untuk apa. Kalau mencari bahan batik yang bagus dan adem, aku cenderung menyukai katun atau mori berkualitas.

Tapi kalau kamu lebih mengutamakan kain yang praktis, tahan kusut, dan cocok untuk pakaian kerja, polyester atau katun polyester bisa lebih masuk akal. Jadi nggak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua orang.

3. Kain apa saja yang tidak mudah kusut?

Polyester termasuk bahan yang terkenal lebih tahan kusut. Selain itu, kain campuran polyester dan beberapa kain dengan finishing khusus juga bisa mempunyai ketahanan kusut yang cukup baik.

Sebaliknya, katun dan linen memang lebih mudah berkerut. Tapi jangan salah mengartikan “mudah kusut” sebagai “kualitasnya jelek”.

Bahkan untuk bahan batik yang bagus dan adem, katun justru sering menjadi pilihan karena kenyamanannya.

4. Bahan batik licin namanya apa?

Kalau yang kamu cari adalah jenis kain batik licin, kemungkinan besar kamu sedang mencari satin. Batik satin punya permukaan yang halus dan biasanya terlihat lebih mengilap.

Karena tampilannya elegan, kain ini sering digunakan untuk pakaian batik yang ingin memberikan kesan lebih mewah. Kalau ingin yang sekaligus relatif tahan kusut, satin berbahan polyester bisa menjadi pilihan.

5. Merk kain batik yang bagus?

Kalau bicara Merk kain batik yang bagus, aku justru nggak mau menyuruh kamu terpaku pada merek tertentu.

Kenapa? Karena satu merek bisa punya banyak jenis kain dengan komposisi, gramasi, tekstur, dan finishing berbeda. Jadi kain yang mahal belum tentu paling cocok untuk kebutuhanmu.

Lebih aman lihat komposisi serat, ketebalan, kerapatan tenunan, tekstur, dan rasa kain ketika disentuh. Kalau bisa, pegang langsung kainnya sebelum membeli.


Penutup - Jenis Kain Batik yang Tidak Mudah Kusut

Jadi, kalau kamu sedang mencari jenis kain batik yang tidak mudah kusut, polyester, satin polyester, dan kain campuran polyester bisa menjadi beberapa pilihan yang paling praktis.

Kalau kamu lebih mementingkan bahan batik yang bagus dan adem, jangan buru-buru mencoret katun atau mori hanya karena kain tersebut lebih mudah kusut. Kenyamanan tetap penting, apalagi kalau batiknya akan dipakai berjam-jam.

Sementara untuk kamu yang mencari Bahan Batik Premium, jangan hanya melihat harga atau tulisan “premium” pada label. Lihat juga serat, konstruksi, tekstur, dan bagaimana kain tersebut jatuh ketika digunakan.

Karena menurutku, kain yang bagus itu bukan sekadar kain yang mahal. Kain yang bagus adalah kain yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu.

Kalau aku disuruh memilih untuk pakaian kerja yang harus tetap terlihat rapi dari pagi sampai sore, aku akan lebih condong ke polyester atau katun polyester. Tapi kalau untuk pakaian yang mengutamakan adem dan nyaman, aku masih akan memilih katun atau mori berkualitas.

Kalau kamu sendiri, kira-kira akan pilih yang mana: mori, dobby, satin, polyester, atau katun polyester? 

Ceritakan pilihanmu, siapa tahu pengalamanmu memakai salah satu bahan ini juga bisa membantu pembaca lain yang sedang bingung memilih kain batik.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url