Skip to main content

Pengertian Investasi dan Jenis-Jenis Investasi

 Pengertian Investasi dan Jenis-Jenisnya


Pengertian Investasi

Saat sebelum kalian ketahui lebih jauh mengenai sangkut-paut investasi, kita kupas dahulu pemahaman investasi secara gampangnya

Apa itu Investasi

Investasi ialah semacam penyerahan asset atau dana , baik berbentuk uang atau benda tertentu yang berharga. Investasi dilaksanakan oleh sebuah perusahaan atau perseorangan dalam periode waktu tertentu untuk memperoleh imbal balik yang semakin besar di hari esok.


Jenis-Jenis Investasi

1. Investasi Jangka Pendek

Apa Investasi Jangka Pendek? Type investasi ini memiliki periode yang cukup pendek dengan hasil return yang dapat dilihat setelah 3 sampai 12 bulan.

Jenis-Jenis Investasi
Investasi jangka pendek

Type investasi jangka pendek ini biasa disebut dengan istilah investasi sementara atau untuk sekedar amankan dana yang kita punya sekaligus menunggu munculnya peluang investasi lainnya memiliki return lebih optimal.

Minimum ada 2 beberapa ciri yang membuat satu instrumen investasi bisa disebutkan sebagai investasi jangka pendek:

  • Investasi jangka pendek tersebut harus memiliki kualitas tinggi. 
  • Instrumen investasi tersebut harus sangat likuid dan mudah dijual kembali.

Walau secara sekilas investasi periode pendek kelihatan demikian prima, ada satu kekurangan yang dipunyainya. Diperbandingkan dengan investasi periode panjang, investasi periode pendek mempunyai return yang relatif lebih rendah.

Ada beberapa macam investasi yang masuk di dalam kelompok ini. Satu diantaranya yang cukup terkenal ialah reksa dana.


2. Investasi Jangka Panjang

Tiap instrumen investasi yang masuk di dalam kelompok ini perlu waktu sekian tahun untuk mulai hasilkan return.

Jenis-Jenis Investasi
Investasi jangka panjang

Sering, seorang investor harus meredam dan simpan investasi ini sampai 10 tahun saat sebelum menjualnya dan mewujudkan return. Bahkan juga cukup banyak investasi periode panjang yang cuman dibeli tanpa dipasarkan kembali.

Walau memerlukan saat yang lebih lama untuk hasilkan return, investasi periode panjang biasanya mempunyai return yang lebih maksimal diperbandingkan tipe investasi periode pendek. Tetapi sebagai resikonya, resiko yang dijamin biasanya semakin tinggi.

Untuk mengoptimalkan kekuatan dari investasi periode panjang, kamu harus mempunyai modal yang lumayan besar. Di samping itu kamu harus juga terima bukti jika sebuah investasi periode panjang bisa terus tidak untung sepanjang beberapa tahun awal.

Oleh karena itu, perlu riset yang cukup dalam saat sebelum memilih untuk ambil tipe investasi ini.

Ada lumayan banyak instrumen investasi yang masuk di dalam kelompok investasi periode panjang. Salah satunya yang cukup terkenal ialah investasi saham. kelompok ini perlu waktu sekian tahun untuk mulai hasilkan return.


Instrumen – Instrumen Investasi

Sesudah ketahui pengertian investasi dan beberapa jenis investasi, kita pelajari instrumen-instrumen investasi

1. Investasi Deposito

Sesungguhnya deposito ini serupa dengan tabungan. Resikonya yang rendah membuat deposito sering diputuskan investor pemula. Tetapi bila diperbandingkan dengan tabungan, ada dua hal yang membandingkannya, yaitu tingkat bunga dan ada waktu jatuh termin.

Instrumen – Instrumen Investasi
Investasi deposito

Suku bunga deposito semakin tinggi diperbandingkan bunga tabungan biasa. Pada umumnya, bunganya berada di range 5-6% /tahunnya. Ada pula beberapa bank yang tawarkan suku bunga lebih dari 6%.

Makin banyak uang yang kamu investasikan, umumnya bunga depositonya makin tinggi.
Bila Anda buka rekening deposito di HSBC, return yang dapat kamu peroleh diantaranya bunga 6,25% /tahun dan cashback sampai Rp 100 juta yang sama dengan keseluruhan return sampai 7,25% untuk deposito Rupiah.

Walau mempunyai suku bunga yang semakin tinggi, uang yang kamu investasikan ke deposito tidak dapat diambil setiap saat seperti tabungan. Ada tenor yang mengikat. Saat sebelum deposito itu jatuh termin, kamu tidak dapat menyentuhnya sama sekalipun.

Tenor deposito sendiri cukup bermacam. Tiap bank mempunyai peraturannya masing-masing karena itu. Tetapi pada umumnya, rerata bank sediakan tenor optimal 12 bulan. Meskipun begitu, ada pula beberapa bank yang tawarkan tenor deposito sampai 24 bulan.


2. Investasi Emas

Bagaimana investasi emas? Untuk kamu yang semakin tertarik dengan tipe investasi fisik dengan nilai intrinsik yang lebih terang, emas bisa saja opsi yang lumayan menarik. Sama seperti dengan deposito, resiko investasi emas rendah. Nilainya condong konstan dan terus alami kenaikan tiap tahunnya.

Instrumen – Instrumen Investasi
Investasi emas

Bila ingin melakukan investasi emas, seharusnya tentukan emas batangan. Berlainan dengan emas perhiasan, nilai emas batangan ini murni dipandang dari beratnya. Kamu pun harus mempersiapkan tempat untuk simpan emas yang telah dibeli. Untuk penyimpanan sendiri, kamu dapat menyimpan sendiri atau sewa deposit box di bank.

Kecuali beli di toko, kamu bisa juga melakukan investasi emas melalui program. Di sini kamu tidak harus beli emas batangan dengan berat minimum 0,5 gr atau keluarkan beberapa ratus ribu rupiah untuk mengawali investasi emas. Bila dana yang ada masih terbatas, Anda bahkan juga dapat beli emas cukup hanya Rp 100.


3. Investasi Properti

Apa investasi properti? Investasi property mempunyai beberapa kecocokan dengan investasi emas. Ada benda fisik yang kamu beli ke sini. Nilainya ditegaskan terus alami kenaikan tanpa banyak fluktuasi. Di samping itu, resikonya termasuk rendah.

Instrumen – Instrumen Investasi
Investasi Properti

Ada banyak mode investasi property yang umum dipakai. Langkah yang paling simpel dengan beli tanah, membuat property di atasnya dan menjualnya saat harga dipandang telah lumayan tinggi. 

Sedang untuk langkah ke-2 , Anda dapat sewakan property untuk memperoleh saluran penghasilan.
Janganlah lupa untuk menimbang resiko seperti kerusakan bangunan. Walau resiko investasi ini termasuk rendah, property ialah asset yang dapat hancur oleh waktu.

kamu harus menjaganya supaya nilainya selalu terlindungi. Ongkos perawatan yang telah dikeluarkan ini nanti perlu diperhitungkan saat akan jual property.

Investasi property termasuk sebagai investasi periode panjang. Jadi untuk memperoleh return, kamu memang seharusnya sabar dan meredamnya dalam saat yang lumayan panjang.


4. Investasi Saham

Bagaimana investasi saham? Investasi saham ini lumayan cukup potensial. Namun, risikonya juga tinggi. Seperti itulah main saham. Saham adalah bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Saat kamu membeli saham, pada dasarnya kamu sedang membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan yang mengeluarkannya. 

Instrumen – Instrumen Investasi
Investasi saham

So, semakin banyak saham yang kamu beli, makin banyak juga perusahaan-perusahaan yang kamu miliki.

Return investasi saham biasanya berasal dari nilai saham tersebut dan juga dividen. Dividen ini sendiri diambil dari return yang diperoleh perusahaan. 

Perlu kamu catat, nih, perusahaan biasanya memilih memakai return yang mereka punyai untuk mengembngkan perusahaannya daripada memilih untuk membagikan dividen.

Jika dibandingkan dengan tiga jenis investasi sebelumnya, risiko investasi saham terbilang yang paling tinggi. Butuh pemahaman dan analisa yang cukup mendalam sebelum memutuskan untuk membeli saham sebuah perusahaan. 

Namun sebagai alternatif, saat ini ada reksa dana saham yang risikonya lebih rendah namun memiliki potensi return mendekati investasi saham.


5. Investasi Reksa Dana

Apa itu reksadana? Secara simpel, reksa dana ialah sebuah instrumen investasi di mana dana dari beberapa investor dihimpun jadi satu untuk selanjutnya diinvestasikan ke instrumen-instrumen investasi yang berada di pasar modal.

Instrumen – Instrumen Investasi
Investasi reksa dana

Reksa dana sendiri terdiri jadi 5 tipe. Ke-5 tipe reksa dana ini mencakup reksa dana pasar uang, reksa dana penghasilan rutin, reksa dana saham, reksa dana kombinasi dan reksa dana indeks.
Tiap tipe reksa dana berpotensi dan resiko yang lain berbeda. Untuk resiko paling rendah ada reksa dana pasar uang. Sedang untuk kekuatan return paling besar dengan resiko yang pun tidak kalah tinggi, Ada dapat pilih reksa dana saham.

Instrumen investasi yang ini termasuk cukuplah terkenal di kelompok investor, terutamanya beberapa investor pemula yang mempunyai kebatasan dana. Reksa dana sendiri bisa diperoleh dimulai dari nominal Rp 500.000 di HSBC.

Tetapi bila ingin beli reksa dana, yakinkan untuk pahami profile resiko kamu lebih dulu. Bila kamu ingin melakukan investasi reksa dana, kamu bisa mengevaluasi dan pilih produk reksa dana yang sesuai keperluan, profile resiko, opsi dan pasar yang Anda harapkan.

Kamu cukup berkunjung cabang HSBC paling dekat dan jumpai Relationship Manajernya untuk ketahui limit resiko dan opsi investasi Anda.

6. Peer to Peer Lending Investasi

Jenis investasi peer to peer termasuk masih baru di dunia perinvestasian Indonesia. Meski demikian, popularitasnya terus melejit seiring dengan kejelasan hukum dan kemudahan yang ditawarkannya. 

Instrumen – Instrumen Investasi
Peer to peer lending investasi

Ini dapat disaksikan dari jumlahnya perusahaan fintech lending yang jalankan mode usaha ini. Jumlahnya uang yang berputar-putar dalam investasi peer to peer lending terus tumbuh.

Dalam peer to peer lending, pada intinya kamu pinjamkan beberapa uang pada pihak yang memerlukan, baik itu pribadi atau tubuh usaha. Sama dengan utang dari bank, return tipe investasi ini berawal dari bunga utang yang sudah disetujui bersama. 


Itulah tadi pengertian investasi, beberapa jenis investasi dan tidak lupa juga dengan instrumen-instrumen investasi. Bagaimana? Sudah mulai ingin  melakukan investasi? Nantikan beberapa hal yang berpengaruh dengan investasi secara lengkap di artikel selanjutnya. -- Pengertian Investasi dan Jenis-Jenisnya By ShalysChan --


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->