BLANTERVIO103

Takut Naik Pesawat Shalys Chan Nggak Jadi Ke Cina

Takut Naik Pesawat Shalys Chan Nggak Jadi Ke Cina
Minggu, 21 Maret 2021

Takut Naik Pesawat Shalys Chan Nggak Jadi Ke Cina - Hehehehe ... judulnya seperti berita artis, ya. Siapa sih Shalys Chan? Sampai hal begini saja diposting di blog pribadi? Tapi biarin, lah. Eksis sendiri di 'rumah' sendiri.

Takut Naik Pesawat Shalys Chan Nggak Jadi Ke Cina


Dari Dulu Aku Ingin Pergi Ke Cina

"Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina." Aku tahu itu cuma kiasan. Maksudnya menuntut ilmu itu wajib, tak peduli umur atau pun tempat. Aku nggak tahu kenapa ungkapan itu harus negeri China?

Apakah di sana pendidikannya maju? Ah, nggak tahu. Aku bukan orang dengan pendidikan tinggi. Aku hanya ibu rumah tangga lulusan SMA. Dan itu faktanya.

Dari zaman SD dulu, aku benar-benar ingin pergi ke Cina. Entah kalian menyebutnya Cina atau Tiongkok, itu terserah. 

Sampai-sampai waktu SMA aku begitu suka warna merah dan kuning. Kalian tahu kegilaan apa yang aku lakukan. Aku suka beli baju model Cheongsam khas Cina. Juga menempeli bendera dengan latar merah dan bintang kuning di pojok atasnya.

Dari Dulu Aku Ingin Pergi Ke Cina
Bendera Cina

Kamarku penuh ornamen-ornamen khas Cina, seperti lampion, poster tembok besar Cina, poster kuil-kuil di cina, juga tentang semua pernak-pernik berwarna merah kuning. Suka aja, sih.

Asli beneran pengen ke sana!


Pindah Sekolah ya Karena Ingin Ke Cina

Aku SMA empat tahun. Nggak naik kelas tapi bangga. Nggak akan kalian temui selain Shalys Chan si gila ini. 

Awalnya aku sekolah di Madrasah Aliyah. Pikirku dulu, apa bisa lulusan Madrasah Aliyah pergi ke Cina. Mentok ke Cina jadi TKW. Jadi aku memutuskan untuk pindah sekolah ke SMK. 

Kulikulum MA dan SMK beda, jadi terpaksa aku harus mengulang naik untuk kelas satu. Itu sejarahnya aku nggak naik kelas. Pindah sekolah ya karena ingin ke Cina.

Namun, ternyata aku salah. Temanku di MA dulu, Namanya Jauharotus Shobahah, bisa ke menempuh pendidikan S-2 di Hangzhou. Hahaha aku kalah dengan lulusan MA. Tapi nggak menjamin juga, sih, kalau aku tetap di MA aku bisa ke Cina. 


Menabung Untuk Bisa Ke Cina

Dari Dulu Aku Ingin Pergi Ke Cina
Menabung untuk bisa ke Cina

Aku bukan orang konsumtif, beli ini itu hanyak untuk hal yang nggak penting. Tapi kalau urusan beli ornamen khas Negeri Tirai Bambu itu aku nggak itungan. 

Saking tergila-gilanya sampai aku pernah pesan kerikil di Cina sama guruku yang kebetulan pergi ke China. Beliau membawakanku buah tangan kaos anak untuk Fachry, tanah dari Cina juga daun Babylon Willow kering untukku. Sampai segitunya

Dari Dulu Aku Ingin Pergi Ke Cina
Pohon Babylon Willow Khan Cina

Aku mulai menabung untuk bisa ke Cina. Kalau nggak bisa menempuh pendidikan di Cina, setidaknya aku bisa ke Cina untuk jalan-jalan. Saat itu uangku sudah cukup untuk memesan paket liburan ke Cina. Namun .... Namun apa hayooo... 


Takut Naik Pesawat, Aku Nggak jadi Ke Cina

Bukan karena takut mati (eh, tapi aku takut mati juga, sih), aku takut ketinggian. Aku berpikir, nggak mungkin ke Cina nggak naik pesawat. Aku juga benar-benar ngeri kalau ada kecelakaan pesawat.

Bagaimana nanti kalau sudah di atas, dan penyakit takut ketinggianku kambuh? Nggak mungkin aku koar-koar ke pilot untuk menurunkanku. Dipikir ini bis kota! Diturunin dari pesawat beneran bisa langsung ketemu malaikat aku.

Juga tidak mungkin aku bilang untuk menurunkan pesawat sebelum sampai bandara. Gila, apa? Eh, aku kan emang gila. Tapi nggak segila itu, kaliii.

Takut Naik Pesawat, Aku Nggak jadi Ke Cina
Takut naik pesawat membuatku nggak jadi ke China

Aku mulai membatalkan niatku untuk pergi ke Cina. Aku pergi ke Cina-nya lewat google aja lebih aman. Hahahahaa ....

Jadi aku nggak jadi pergi ke Cina. Kalau kalian bertanya apa aku masih pengin ke Cina? Jelas pengin. Tapi takut naik pesawat. Gimana, dong?

Ya sudah lah. Biar anakku saja yang meneruskan keinginanku untuk menempuh pendidikan di sana. Tapi aku tidak memaksanya. Terserah Fachry mau melanjutkan ke mana.

Yang ada sekarang adalah memikirkan masa depan anakku. Karena mentorku pernah bilang, "Jika kamu sudah punya anak, masa depanmu bukan lagi di tanganmu. Kamu tidak lagi bisa ini itu. Karena masa depan anakmu adalah yang utama."

Pak mentor, meski kau lupa denganku dan tidak lagi ingin mengenalku, aku masih ingat nasihan dan omongan dari A sampai Z mu. --- Takut Naik Pesawat Shalys Chan Nggak Jadi Ke Cina By Shalys Chan ---

Share This Article :
ShalysChan

TAMBAHKAN KOMENTAR

5506747827841092751