BLANTERVIO103

Buat Akun Blogger: Awal Cerita Ngeblog Shalyschan

Buat Akun Blogger: Awal Cerita Ngeblog Shalyschan
Sabtu, 31 Oktober 2020
Buat Akun Blogger: Awal Cerita Ngeblog Shalyschan

Semua orang tahu jika aku sangat suka menulis. Sepertinya sejak dari kecil aku suka menulis. Entah menulis cerita untuk pekerjaan sekolah, menulis untuk dikirim di surat kabar, atau pun hanya menulis sebuah diary.

Rata-rata beranda Facebook-ku berisikan status yang sangat panjang. Banyak like yang mampir, tapi aku yakin tidak semua dari mereka khatam membaca tulisan yang sungguh membosankan. Karena aku sendiri kadang seperti itu, hanya memencet tombol like, tapi nggak baca secara keseluruhan. Hahaha

Dari sebuah keisengan mencari wadah untuk menulis, terbesit dibenakku untuk building blog pribadi. Sekadar info, tahun 2011 aku sudah punya blog, tapi nggak keurus. Lebih tepatnya, tidak tahu cara mengurus. Dan tiba-tiba tahun 2019 keinginan itu muncul lagi.

“Aku ingin buat akun blogger. Tak masalah jika tak ada yang baca. Toh ini hanya untuk kepuasanku pribadi,” pikirku dalam hati.

Aku mulai berjalan-jalan di grup Facebook yang membahas tentang bagaimana cara membuat website dengan blogspot, cara membuat website blog sendiri, dan seluk-beluk blog lainnya. Dengan hanya bermodal keberanian, aku nekat chat seorang member grup yang kurasa sangat ahli di bidang blogger ini. Tidak perlu kusebut nama, kalian pasti sudah tahu.

Dialah yang membuka cakrawala dunia blog padaku. Dia memuji tulisanku dan bilang jika bisa aku menjadi blogger sukses ke depannya. Sungguh, aku terlena dengan pujiannya. 

Membuat Blog Google

Dia bilang, cara membuat blog pribadi di google itu sangat mudah. Yang susah adalah cara agar blog muncul di pencarian google sehingga orang menemukan blog kita dan membaca tulisan kita.
“Di situlah peran optimasi seo dibutuhkan. Tulisan lu sangat bagus. Sayang, jelek dalam hal seo.” Itulah kalimat kejujurannya saat itu.
“Kalau begitu, ajari gue nulis artikel seo, juga cara agar blog muncul di google,” jawabku.
Tak lama, orang itu memberikan aku sebuah akun blogger. Dia buat blog baru untukku, dia yang membuat alamat blog, lengkap dengan setting template dan domainnya. Pokoknya aku tinggal terima jadi.

Setelah itu, apa yang dilakukan seorang Shalys Chan?

Belajar Cara Menulis Artikel di Google

Aku belajar dengannya dari nol. Dia mengajariku beberapa teknik optimasi seo, cara menulis blog di google yang baik, cara bikin artikel di google, cara agar website cepat terindeks google, dan yang paling penting adalah metodenya dalam konsistensi menulis setiap hari.

Pagi, siang, sore, malam, seakan chat kami tak terputus. Jangan salah, kami hanya chat seputan blog dan artikel. Selama pagi, siang, sore, malam itu juga aku menulis. Menulis, menulis dan terus menulis. 
Bagaimana dengan kondisi fisik Shalyschan?

Hahahaaa … lemas, Pemirsa! Rasa mual, pegal, dan meriang sudah menjadi teman keseharian. Pengen ketawa juga kalau ingat. Aku sangat capek, tapi melihat sang mentor yang tak ada lelahnya membimbingku, aku malu dengan rasa capek itu.

Saat aku mulai malas, dia memberi umpan seakan dia menyerah, dengan begitu aku kembali bersemangat untuk membuat artikel di blog. Ya aku nggak mau kehilangan pakar seo dunia akhirat seperti dia.

Tapi dia pengertian, kok. Pas aku bilang lagi nggak enak badan, dia menyuruhku istirahat. Saat aku kontrol rutin ke rumah sakit, dia selalu menyemangatiku.

Buat Akun Blogger: Awal Cerita Ngeblog Shalyschan
Kontrol rutin

“Lu harus tahu, Chairil Anwar sampai akhir hidupnya dia terus menulis. Banyak sekali karya-karya yang ia hasilkan. Ayo teruslah menulis, selagi lu masih bisa bernapas. Jangan menyerah dengan penyakit. Umur hanya Tuhan yang tahu. Ayo tetaplah semangat.” 

Masih sangat ingat kata-kata itu menghiasi layar LCD ponselku. Aku menangis haru saat itu. Ternyata, ada yang begitu perhatian, meski tidak saling mengenal. Dan kalian tahu, saat mengingat dan menulis curhatan ini, kembali aku meneteskan air mata.

Ya. Aku menangis saat ini, dan aku tidak kuat untuk melanjutkannya. 

Hey, mentorku. gue janji. Gue bakal terus menulis, sampai napas ini diambil kembali oleh Sang Khaliq. Gue bakal terus berusaha untuk tidak mengecewakanmu.

Ya Tuhan, aku sesenggukan. Kenapa aku begitu cengeng?

Share This Article :
ShalysChan

TAMBAHKAN KOMENTAR

5506747827841092751