Skip to main content

Langkah Mudah Membuat Outline Novel


Langkah Mudah Membuat Outline Novel


Outline Novel. Langkah Mudah Membuat Outline Novel. Pernah dengar kata 'outline'? Tentu pernah, kan, ya. Sebelum membuat karya tulis, -fiksi maupun non-fiksi- sebaiknya buatlah dulu outline-nya. Diibaratkan sebuah kenyataan, hidup tanpa outline seperti terombang ambing tanpa tujuan. Tidak jelas langkah kita mau ke mana. 

 

Kenapa bisa begitu? Karena kita belum menyiapkan rancangan kehidupan matang untuk ditempuh menuju masa depan. Ah, lebay.

Begitulah perumpamaan outline dalam kehidupan nyata. Lantas, bagaimana dengan outline novel? Apa itu outline dalam novel? dan bagaimana langkah mudah menulis outline novel? Baca terus artikel ini.

Apa Itu Outline Dalam Novel?

Outline novel adalah sebuah kerangka karangan yang berisi ide atau garis besar cerita dan tersusun secara sistematis. Melalui outline inilah, penulis akan mengeksekusi dan mengembangkan ceritanya menjadi satu cerita utuh dan sempurna (Novel).

Fungsi Outline dalam Novel

Saat kita membuat sesuatu, tidak mungkin jika tidak ada manfaatnya, begitu pun dengan outline. Berikut adalah beberapa manfaat outline dalam novel:

- Membuat Ceritamu Terarah dan Tidak Keluar Jalur

Fungsi outline yang pertama adalah dapat membantu agar ceritamu tetap fokus, terarah dan tidak keluar jalur. Bayangkan saja, jika penulis kurang konsep dan tanpa membuat sebuah outline dalam novelnya, bisa jadi cerita tersebut akan kehilangan arah dan ending-nya pun akan berantakan.

Baca juga: Cara Menulis Novel yang Baik dan Benar

Sering ada tokoh dan konflik baru bermunculan yang sebenarnya hal tersebut tidak mempunyai kekuatan besar dalam cerita. Hal ini terjadi lantaran penulis menyepelekan pentingnya membuat outline dalam novelnya. Akibatnya, novel yang seharusnya hanya 30 bab membengkak menjadi 50 bab tanpa isi.

Tidak hanya penulis, pembaca pun dibuat bingung dengan novel yang demikian. Jika penulisnya saja tidak tahu ceritanya mau di bawa ke mana, bagaimana dengan pembacanya?

- Memudahkan Penulis dalam Mengembangkan Cerita

Seperti yang dijelaskan di atas, outline adalah kerangka karangan yang berisi garis besarnya saja. Tentu, dengan adanya outline ini, penulis dapat dengan  mudah menambah dan mengembangkan ide ceritanya. Ibarat sebuah rumah, kerangka bangunannya sudah jadi, tinggal bagaimana kita mengisi rumah tersebut dengan perabotan dan aksesoris agar menjadi nyaman dan indah dipandang mata.

- Mengingatkan Penulis pada Topik Sebelumnya

Pernah membaca novel dengan pengulangan konflik? Misalnya, kamu ingin mengangkat cerita dengan topik seorang suami selingkuh. Pada bab sepuluh, kamu membuat si selingkuhan hamil. Setelah melewati beberapa bab dan mulai kebingungan, entah disengaja atau tidak, kamu membuat konfik yang sama, yaitu selingkuhan hamil lagi.

Masa' masalah hamil saja diangkat dua kali? Meski mungkin di dunia nyata ada beberapa kasus demikian, sebaiknya hindari hal tersebut dalam ceritamu. Kecuali jika memang kamu sedang menggarap cerita based on true story. Kenapa? Karena pembaca pun akan bosan dengan cerita yang konfliknya berulang. Dan di sinilah letak pentingnya membuat outline novel.

- Menghindari Kebuntuan Ide

Setiap penulis pasti pernah mengalami kebuntuan ide. Ia tidak tahu harus mengangkat scene apalagi untuk kelanjutan ceritanya. Lain halnya jika penulis tersebut sudah membuat outline novel terlebih dahulu. Dengan kerangka rancangan yang sudah dibuat, penulis seharusnya tidak perlu lagi mengalami masalah kebuntuan ide.

Cara Penulisan Outline Novel

- Tentukan Sebagian Unsur Intrinsik dalam Novel

Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya, unsul intrinsik novel terdiri dari tokoh, watak, tema, alur, latar, sudut pandang, dan pesan. Kalian bisa menentukan ke semua unsur tersebut.

- Tentukan Genre Novel

Pilihlah genre novel yang akan kamu garap. Apa itu berupa humor, misteri, feenfict, dan lainnya. Tujuan menentukan genre di sini adalah agar cerita tetap ingat pada genrenya, dan pembaca tidak merasa tertipu karena salah memilih genre.

- Buatlah Premis Novel Berikut Sinopsisnya

Apa hubungannya outline dan premis? Outline dan premis tentu saja saling berkalian. Membuat outline tanpa premis terlebih dahulu itu tidak mungkin.

Lalu, apakah premis itu? Jika sonopsis adalah versi pendeknya novel, maka premis adalah versi singkatnya sinopsis. Premis hanya terdiri dari 4 unsur, yaitu tokoh, tujuan, konflik, dan penyelesaian masalah. Contoh: Marvin mencintai Rani. Namun, di tengah jalan, ia bertemu mantannya dan kuasa untuk selingkuh. Akhirnya Marvin pun bercerai dengan Rani dan menikahi Aurel.

Dari sebuah premis inilah yang akan menjadi acuan dalam penyusunan plot.

- Membuat Rumusan Kerangka Novel (Plot)

Setelah terbentuknya premis, kembangkanlah menjadi beberapa urutan kerangka novel (plot). Caranya:
  • Buatlah perkiraan jumlah bab dalam satu novel.
  • Pecah bab tersebut menjadi 3 bagian. Untuk porsinya terserah, tidak harus sama banyak. Isi bagian pertama dengan sebuah perkenalan tokoh utama. Untuk bagian ke dua, isilah dengan konflik. Dan bagian yang terakhir adalah solusi atau pemecahan masalah (ending).
  • Pecah kembali dari masing-masing bagian tersebut dan kembangkan sesuai sinopsis yang sudah kamu buat sebelumnya.
  • Berilah judul pada masing masing bab.
  • Mulailah mengarang alur cerita pada masing-masing bab. Ingat! harus tetap sesuai dengan premis serta sinopsis.
menyusul plot adalah cara membuat outline novel
Outline Novel

Contoh Plot Novel
Bab 1. Marvin ditinggalkan pacarnya menikah.
Bab 2. Marvin bertemu Rani
Bab 3. Marvin dan Rani saling bertemu.
Bab 4. Mereka memutuskan menikah.
Bab 5. Rani hamil.
Bab 6. Rani Marvin punya anak.
Bab 7. 'beri adegan seputar keluarga mereka'.

Bab 8. Marvin bertemu mantannya.
Bab 9. Marvin menjadi sering berbohong.
Bab 10. Marvin kepergok Rani sedang selingkuh.
Bab 11. 'Beri adegan keributan Marvin Rani'.
Bab 12. Marvin meminta izin Rani untuk menikah lagi.
Bab 13. Marvin menikah.
Bab 14. Beri adegan seputar kehidupan keluarga poligami.

Bab 15. Beri adegan keributan
Bab 16. Rani difitah istri baru Marvin.
Bab 17. Rani diusir dan diceraikan.
Bab 18. Beri adegan kehidupan Marvin dan istrinya.
Bab 19. Fakta mulai terungkap.
Bab 20. Marvin kembali bercerai.
Bab 21. Penyesalan Marvin.
Bab 22. Marvin gila.

- Koreksi Kembali Semua Plot dan Outline

Setelah selesai membuat plot, koreksi kembali plotmu. Adakah plot hole di sana? Jika ada tambahkan, dan perbaiki. Dari contoh plot novel di atas, ternyata masih banyak plot hole. Di antaranya, nasib anak Rani.

Sisipkan adegan atau scene yang ingin kamu tambahkan jika dirasa kurang sreg. Begitu seterusnya sampai benar-benar baik menurutmu.

Itulah tadi langkah mudah membuat outline novel. Jika kamu sudah punya outline novel, tinggal pikirkan dan rangkailah kata menjadi semuah kalimat yang bagus pada tiap babnya. Melalui outline, kamu tidak perlu lagi memusingkan kehabisan ide. Cukup mudah, kan?
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->