BLANTERVIO103

Mengenal Berbagai Macam PoV Dalam Novel

Mengenal Berbagai Macam PoV Dalam Novel
Minggu, 10 Mei 2020

Macam-Macam Sudut Pandang (PoV)

Macam-Macam Sudut Pandang (PoV)

PoVMengenal Berbagai Macam PoV Dalam Novel. Bagi kalian penggemar novel, baik novel cetak maupun elektronik, tentu tidak asing lagi dengan istilah PoV. Saat membaca novel di Wattpad, pasti kalian pernah menemukan tulisan ‘Author PoV’, ‘ Alena PoV’, ‘Reano PoV’, dan nama-nama lain yang diikuti kata PoV. 

Lalu, apa, sih, sebenarnya PoV itu?

PoV adalah singkatan dari Point of view, yang dapat diartikan sebagai “sudut pandang”. Sudut pandang (PoV) ini digunakan untuk melihat siapa tokoh yang bercerita pada novel atau cerita tersebut. Apakah itu si penulis yang menceritakannya, atau penulis memakai satu tokohnya untuk bercerita.

Macam-Macam PoV

PoV dibagi menjadi 3 macam:

- Sudut Pandang Pertama (PoV 1)

Sudut Pandang orang pertama ditandai dengan kata ‘aku’sebagai subyeknya. PoV 1 ini adalah seolah-olah kita sendiri yang mengalaminya. Kita masuk dalam tokoh novel tersebut dan kitalah yang menceritakan pengalaman pribadi itu pada para pembaca.

Ciri ciri dari sudut pandang pertama ini adalah menggunakan kata ganti orang pertama dalam narasinya, seperti ‘aku’, ‘gue’, dan lainnya.

Karena yang bercerita padal PoV 1 adalah ‘aku’, maka, jangan sampai ada cacat logika di sini. PoV 1 tidak layak untuk bisa membaca pikiran tokoh lain. Tokoh ‘aku’ sama dengan kita yang tidak tahu menahu tentang kejadian tak terlihat oleh mata kepala kita sendiri.

Contoh: Berulang kali ia mengabaikan telepon dariku. Aku menunggunya di sini, sementara ia sedang berjoget ria bersama teman-temannya.

Masuk akal, kah? Dari mana kamu tahu dia sedang berjoget bersama temannya, sedangkan kamu berada di tempat yang berbeda dengan hanya ditemani ponsel?

Penulis yang menyertakan nama tokoh dan diikuti dengan PoV (Seperti Laras PoV, dll) adalah contoh PoV 1. Yakni tokoh-tokoh itu sendirilah yang menceritakan ceritanya. Tidak peduli apakah itu merupakan sudut pandang orang pertama pelaku utama, atau sudut pandang orang pertama pelaku sampingan.

- Sudut Pandang Ke Dua (PoV 2)

PoV 2 dalam dunia novel memang jarang ditemui. Bahkan aku pun sampai sekarang belum pernah nemenui novel dengan penulisan sudut pandang orang ke dua.

Jika dibayangkan, novel PoV 2 sepertinya tidak enak untuk dibaca. Kecuali jika sang penulis memang benar-benar pintar mengemas narasi dalam novel PoV 2. Intiya, perlu keahlian khusus untuk menulis cerita dengan sudut pandang ke dua.

Ciri dari sudut pandang ke dua adalah penulis menggunakan ‘kamu’ atau ‘kau’ dalam narasinya. Tokok utama dalam PoV 2 adalah ‘kamu’, dan yang bercerita adalah orang yang memandang ‘kamu’. Jadi, penulis seolah bercerita tentang kehidupan ‘kamu’, dengan langsung berbicara padamu.
Contoh: Kau menuruni anak tangga dengan tergesa, tanpa peduli berapa banyak orang yang tertabrak di tangga itu.

Dalam contoh di atas, penulis membuat sang pembaca adalah tokoh utamanya. Dan ia menceritakan kejadian yang dialami sang tokoh utama pada tokoh utama itu sendiri.

Pertanyaannya, dari mana ia tahu jika ‘kau’ menuruni tangga?

Penulis di sini bertindak sebagai stalker. Ia mengintai gerak gerik dan segala aktifitas tokoh utama. Bingung? Tidak masalah! Karena memang PoV ini jarang sekali ditemukan.

- Sudut Pandang Ke Tiga (PoV 3)

Sudut pandang ke tiga inilah yang banyak ditemui dalam novel, cerpen atau karya fiksi lainnya. Penulis tidak perlu memusingkan hal-hal yang dirasa tidak diketahui tokoh utama namun ingin tetap dimunculkan pada karangannya.

Ciri PoV 3 yang paling menonjol adalah memakai kata ‘dia’, ‘mereka’, atau langsung menyebutkan nama tokoh. Pada PoV ini, penulis bebas memainkan alur yang akan disorot. Maksudnya,  jika memang ingin, penulis bisa pindah plot sesuai keinginan. Setelah menceritakan kehidupan si A, bisa langsung pindah ke si B.

Mengapa demikian? Karena PoV 3 dinilai sebagai sudut pandang yang serba tahu, Alias suka-suka author. Tapi tetap, tidak boleh cacat logika.

Contoh: Alina menangis di pojokan seletah melihat Aldo berciuman dengan Rania, sahabatnya. Seusai Alina pergi, ada rasa penyesalan tersendiri di hati Aldo. Ia telah menghianati cintanya.

Apakah contoh tersebut bisa dibenarkan? Iya. Karena, dalam PoV 3, autorlah yang memegang kendali. Ia serba tahu dalam ceritanya. Meski Alina menangis, author bisa tahu jika Aldo pun merasakan sebuah penyesalan.

Pernah melihat tulisan ‘author PoV’ dalam cerita wattpad atau flatform lainnya? Inilah yanng dimaksud dengan author PoV. Author PoV adalah sudut pandang dengan author/penulis sebagai pencerita dalam ceritanya. Yakni murni author yang menceritakan cerita tersebut, atau bisa diartikan sebagai PoV 3.

Penjelasan tetang PoV atau sudut pandang sudah kita kupas meski tidak terlalu detail. Setidaaknya, kalian sudah tahu sudut pandang mana yang akan kamu pilih untuk naskah ceritamu. Apakah PoV1, PoV 2, ataupun PoV 3. Masing-masing punya keunggulan dan kekurangan sendiri-sendiri.

Jika ingin lebih menghayati perasaan, bisa pilih PoV 1. Jika dirasa terlalu sulit dengan PoV 1 karena kurang bahan akibat bukan sudut pandang yang serba tahu, pilih saja PoV 3.

Bagaimana jika ingin menggabungkan antara PoV 1 dan PoV 3? Bolehkah demikian? Jika boleh, bagaimana syaratnya? Nantikan jawaban tersebut pada artikel selanjutnya.
Share This Article :
ShalysChan

Penulis Novel Dan Pencinta Kucing #KaumRebahan

TAMBAHKAN KOMENTAR

Click here for comments 2 Comments:

5506747827841092751